Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas

loading...
Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas - Dalam melaksanakan tugas mengajar, guru pasti pernah dihadapkan pada berbagai permasalahan baik yang terjadi dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran tetapi masih dalam konteks pendidikan di sekolah. Banyak masalah pembelajaran yang dihadapi guru di sekolah misalnya; siswa tidak mau memperhatikan pelajaran (minat belajar rendah atau motivasi belajar rendah), siswa pasif, tidak berani bertanya, prestasi belajar rendah, dan sebagainya. Sedangkan yang bersifat non-pembelajaran misalnya perkembangan personal siswa tidak optimal, efektivitas hubungan guru dan siswa yang kurang baik dan sebagainya. Selain permasalah di atas, sarana prasarana pendukung pembelajaran yang tidak optimal, dibutuhkan inovasi dari para guru.


Permasalahan-permasalahan seperti itu ibarat penyakit yang kalau tidak segera disembuhkan akan berdampak sistemik pada proses alamiah pada tubuh manusia. Oleh karena itu hal di atas menuntut segera diatasi agar tidak berlarut-larut dan berdampak sistemik pada proses pembelajaran selanjutnya. Peningkatan kualitas pembelajaran harus selalu diupayakan semaksimal mungkin oleh semua komponen pelaku-pelaku pendidikan, terutama oleh guru yang memiliki tanggungjawab yang paling besar dalam pembelajaran.

Karena pada hakikatnya guru sebagai manusia memiliki keingintahuan yang besar tentu saja guru ingin agar permasalahan tersebut tidak berlarut larut terjadi.Guru yang baik harus memiliki rasa keingintahuan yang besar "mengapa masalah-masalah tersebut terjadi.
Baca Juga: Hakikat Manusia dan Sifat Keingintahuannya di sini
Oleh karenanya, guru harus diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan non-pembelajaran secara profesional dan kolaboratif lewat sebuah penelitian tindakan secara terkendali. Upaya meningkatkan kompetensi guru untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran akan berdampak positif ganda. Pertama, kemampuan dalam menyelesaikan masalah pembelajaran akan meningkat. Kedua, penyelesaian masalah pembelajaran melalui sebuah investigasi terkendali akan dapat meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, sarana/prasarana, dan hasil belajar. Ketiga, peningkatan kedua kemampuan tadi akan bermuara pada peningkatan kualitas lulusan.

Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan dampak logis dari tuntutan perkembangan ipteks yang pesat. Perkembangan ipteks menuntut penyesuaian dan peningkatan proses pembelajaran secara terus menerus. Disamping itu perlu juga pemuthakiran pilihan atas konsep-konsep pembelajaran yang mendidik dan diperlukan untuk meningkatkan kualitas lulusan.

Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas - Kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat top-down dan bersifat teoritis akademik. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai lagi dengan perkembangan pemikiran baru, yaitu research-action-improvement (RAI). Manajemen penelitian ala RAI bersifat buttom-up dan realistik pragmatik, serta berangkat dari diagnosis masalah nyata yang diakhiri dengan sebuah perbaikan (improvement). Upaya perbaikan kualitas proses pembelajaran demikian menuntut adanya inisiatif dan motivasi internal guru sendiri.

RAI mengisyaratkan perlunya kemitraan antara guru-siswa, baik pada tatanan yang bersifat praktis maupun konseptual. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan diantara pihak-pihak yang terkait sangat diperlukan. Penelitian hendaknya dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (collaborative), sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits). Melalui rancangan penelitian tindakan kelas/PTK (classroom action research) masalah-masalah pembelajaran dapat dikaji dan dituntaskan, sehingga proses pembelajaran yang inovatif dan ketercapaian tujuan pembelajaran dapat diaktualisasikan secara sistematis.
Baca Juga: Contoh Latar Belakang Penelitian Tindakan Kelas
Berdasarkan uraian di atas jelas kiranya PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan terutama para guru di kelas, untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan pembelajaran, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki dimana praktek-praktek pembelajaran dilaksanakan.

Untuk memperkaya wawasan terkait penelitian tindakan kelas, silahkan membaca referensi-referensi berikut:


Alma, B. (2010). Guru Profesional: Menguasai dan Trampil Mengajar. Bandung: Alfabeta
Angelo, Thomas. (1991). Classroom Research: Early Lessons from Success. San Fransisco: Jossey. Bass Inc Publisher.
Asrori, M. (2008). Penelitian Tindakan Kelas: Seri Pembelajaran Efektif. Bandung: Wacana Prima.
Binder, M. (2012). Teaching as Lived Research. Chilhood Education. March/April 2012
Calhoun, E.F. (1993). Action Research: Three Approaches. Educational Leadership 51, 2. pp. 62-65.
Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Dikmenum.
Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Dikmenum
Depdiknas. 2005. ”Penulisan Karya Ilmiah” dalam Materi Pelatihan Terintegrasi Jilid 3.Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Mengengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
DIKTI. 2004. Pedoman Usulan Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas
Dirjen Dikdasmen. (2003). Penelitian Tindakan Kelas. Bahan Penataran untuk Instruktur. Malang: PPPG IPS dan PMP.
Elliott, J. (1991). Action Research for Educational Change. Philadelphia: Open University Press.
Hopkins, David. (1993). A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia: Open University Press. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Joko Sutrisno. (2008). Pengaruh Penerapan Multi Media Pada Pendidikan Ners Untuk Optimalisasi Pembelajaran Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat Di Stikes Surya Mitra Husada Kediri (Classroom Action Research). Tesis UNS. Tidak Diterbitkan
Kadiawarman, (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Panduan Direktorat Pembina Diklat, Ditjen PMPTK.
Kasbolah, Kasihani. (1991). Penelitian Tindakan Kelas: Guru sebagai Peneliti. Makalah disajikan dalam Lokakarya PTK Bagi Guru SLTP, MTs, SMU, MA dan SMK se-Kodya Malang. Malang: IKIP.
Kasihani, Kasbolah E.S. (2001). “Penelitian Tindakan Kelas Untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP” Makalah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kemmis, K. and McTaggart, R. (2000) ‘Participatory Action Research’, in N. Denzin and Y. Lincoln. (eds.), Handbook of Qualitative Research. London: Sage Publication
Kemmis, S. dan McTaggart, R. (1988).[online] The Action Research Planner. Geelong, Victoria: Deakin University Press. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Madya, S. (2007). Penelitian Tindakan Kelas Bagian I, II, III. Jakarta: Dirjen PMPTK.
Madya, Suwarsih. (1994). Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP.
Marzuki. (1997). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Seminar dan Pelatihan Nasional. Malang: Pasca Sarjana IKIP.
McGinty, M. (2006).Action Research in Education. [online] University of Plymouth. Tersedia di http://www.edu.plymouth.ac.uk/resined/actionresearch/arhome.htm diakses 11 Februari 2015-02-11
McNiff, J. (1991). Action Research: Principles and Practice. [online] Kent: Mackays of Chatan PLC. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
McNiff, J & Jack Whitehead (2006:). All You Need to Know about Action Research:An Introduction. [online] London: Sage Publication. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
McNiff, J. (1992). Action Research: Principles and Practice. London: Routledge.
Muhadjir, N. (1997). Analisis dan Refleksi. Pedoman Penelitian Tindakan Kelas, Bagian Keempat. Yogyakarta. UP3SD BP3GSD-UKMP. SD.
Naughton, G.M. & Hughes, P. (2009). Doing Action Research in Early Childhood Studies: a Step by Step Guide. [online] NY: The Open University Press. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Pedoman Penulisan Tesis Dan Disertasi Program Pascasarjana UNY.2014
Pedoman Tesis dan Disertasi Program Pascasarjana UNY. 2010
Prayitno, Edi. 2002. Penulisan Karya Ilmiah dan Penelitian Tindakan. Modul Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata pelajaran Matematika. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Priyatno, E & Sri Wulandari, D. (2010). Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pembelajaran Matematika di SD. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika 2010.
Rafi¢udin. (1997). Rancangan Penelitian Tindakan. Makalah disajikan dalam Lokakarya Tingkat Lanjut Penelitian Kualitatif. Angkatan ke V tahun 1996/1997. Malang: IKIP.
Raka Joni, T. (Ed). (1995). Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. Jakarta: BP3GSD Ditjend Dikti. Depdikbud.
Rustam dan Mundilarto. (2004). Penelitian Tindakan Kelas. Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Sagor, R. (2000). Guiding School Improvement with Action Research. [online] Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Sebo Bito, G. (2013). Pendidikan Kecakapan Hidup dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di Sekolah Dasar. Makalah. Makalah disampaikan sebagai Orasi Ilmiah pada Acara Yudisium Sarjana FKIP Universitas Flores Ende, 8 Maret 2014
Suhardjono. (2006). Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
Suharsimi, A. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukarnyana, Wayan. (1990). Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas. Makalah disajikan dalam Lokakarya PTK bagi guru SLTP, MTs, SMU, MA dan SMK se-Kodya Malang. Malang: IKIP.
Sukayati. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yogyakarta:Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika
Sulipan, (2007), Penelitian Tindakan Kelas, P4TK BMTI Bandung.
Sumarno. (1997). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Bagian Ketiga. Pemantauan dan Evaluasi. Yogyakarta: IKIP.
Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Beserta Sistematika Proposal dan Laporannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Susilo, H., Chotimah, H & Sari, Y.D.(2011). Penelitian Tindakan Kelas sebagai sarana Pengembangan Keprofesiolan Guru dan Calon Guru. Malang: Bayumedia Publishing.
Sutama dan Main Sufanti. (2010). Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah, Modul PLPG Rayon 41.
Suyanto. (1996). Pedoman PelaksanaanPenelitian Tindakan Kelas (PTK)., Bagian satu. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud Proyek Pendidikan Tenaga Akademik Bagian Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (BP3GSD).
Suyanto. (1997). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Bagian Kesatu: Pengenalan PTK. Yogyakarta: IKIP.
Wiriaatmadja, R. (2009). Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan kinerja guru dan dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yudhistira, D. (2013). Menulis PTK yang APIK. Jakarta: Grasindo.
Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas - Dalam melaksanakan tugas mengajar, guru pasti pernah dihadapkan pada berbagai permasalahan baik yang terjadi dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran tetapi masih dalam konteks pendidikan di sekolah. Banyak masalah pembelajaran yang dihadapi guru di sekolah misalnya; siswa tidak mau memperhatikan pelajaran (minat belajar rendah atau motivasi belajar rendah), siswa pasif, tidak berani bertanya, prestasi belajar rendah, dan sebagainya. Sedangkan yang bersifat non-pembelajaran misalnya perkembangan personal siswa tidak optimal, efektivitas hubungan guru dan siswa yang kurang baik dan sebagainya. Selain permasalah di atas, sarana prasarana pendukung pembelajaran yang tidak optimal, dibutuhkan inovasi dari para guru.


Permasalahan-permasalahan seperti itu ibarat penyakit yang kalau tidak segera disembuhkan akan berdampak sistemik pada proses alamiah pada tubuh manusia. Oleh karena itu hal di atas menuntut segera diatasi agar tidak berlarut-larut dan berdampak sistemik pada proses pembelajaran selanjutnya. Peningkatan kualitas pembelajaran harus selalu diupayakan semaksimal mungkin oleh semua komponen pelaku-pelaku pendidikan, terutama oleh guru yang memiliki tanggungjawab yang paling besar dalam pembelajaran.

Karena pada hakikatnya guru sebagai manusia memiliki keingintahuan yang besar tentu saja guru ingin agar permasalahan tersebut tidak berlarut larut terjadi.Guru yang baik harus memiliki rasa keingintahuan yang besar "mengapa masalah-masalah tersebut terjadi.
Baca Juga: Hakikat Manusia dan Sifat Keingintahuannya di sini
Oleh karenanya, guru harus diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan non-pembelajaran secara profesional dan kolaboratif lewat sebuah penelitian tindakan secara terkendali. Upaya meningkatkan kompetensi guru untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran akan berdampak positif ganda. Pertama, kemampuan dalam menyelesaikan masalah pembelajaran akan meningkat. Kedua, penyelesaian masalah pembelajaran melalui sebuah investigasi terkendali akan dapat meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, sarana/prasarana, dan hasil belajar. Ketiga, peningkatan kedua kemampuan tadi akan bermuara pada peningkatan kualitas lulusan.

Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan dampak logis dari tuntutan perkembangan ipteks yang pesat. Perkembangan ipteks menuntut penyesuaian dan peningkatan proses pembelajaran secara terus menerus. Disamping itu perlu juga pemuthakiran pilihan atas konsep-konsep pembelajaran yang mendidik dan diperlukan untuk meningkatkan kualitas lulusan.

Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas - Kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat top-down dan bersifat teoritis akademik. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai lagi dengan perkembangan pemikiran baru, yaitu research-action-improvement (RAI). Manajemen penelitian ala RAI bersifat buttom-up dan realistik pragmatik, serta berangkat dari diagnosis masalah nyata yang diakhiri dengan sebuah perbaikan (improvement). Upaya perbaikan kualitas proses pembelajaran demikian menuntut adanya inisiatif dan motivasi internal guru sendiri.

RAI mengisyaratkan perlunya kemitraan antara guru-siswa, baik pada tatanan yang bersifat praktis maupun konseptual. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan diantara pihak-pihak yang terkait sangat diperlukan. Penelitian hendaknya dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (collaborative), sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits). Melalui rancangan penelitian tindakan kelas/PTK (classroom action research) masalah-masalah pembelajaran dapat dikaji dan dituntaskan, sehingga proses pembelajaran yang inovatif dan ketercapaian tujuan pembelajaran dapat diaktualisasikan secara sistematis.
Baca Juga: Contoh Latar Belakang Penelitian Tindakan Kelas
Berdasarkan uraian di atas jelas kiranya PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan terutama para guru di kelas, untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan pembelajaran, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki dimana praktek-praktek pembelajaran dilaksanakan.

Untuk memperkaya wawasan terkait penelitian tindakan kelas, silahkan membaca referensi-referensi berikut:


Alma, B. (2010). Guru Profesional: Menguasai dan Trampil Mengajar. Bandung: Alfabeta
Angelo, Thomas. (1991). Classroom Research: Early Lessons from Success. San Fransisco: Jossey. Bass Inc Publisher.
Asrori, M. (2008). Penelitian Tindakan Kelas: Seri Pembelajaran Efektif. Bandung: Wacana Prima.
Binder, M. (2012). Teaching as Lived Research. Chilhood Education. March/April 2012
Calhoun, E.F. (1993). Action Research: Three Approaches. Educational Leadership 51, 2. pp. 62-65.
Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Dikmenum.
Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Dikmenum
Depdiknas. 2005. ”Penulisan Karya Ilmiah” dalam Materi Pelatihan Terintegrasi Jilid 3.Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Mengengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
DIKTI. 2004. Pedoman Usulan Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas
Dirjen Dikdasmen. (2003). Penelitian Tindakan Kelas. Bahan Penataran untuk Instruktur. Malang: PPPG IPS dan PMP.
Elliott, J. (1991). Action Research for Educational Change. Philadelphia: Open University Press.
Hopkins, David. (1993). A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia: Open University Press. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Joko Sutrisno. (2008). Pengaruh Penerapan Multi Media Pada Pendidikan Ners Untuk Optimalisasi Pembelajaran Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat Di Stikes Surya Mitra Husada Kediri (Classroom Action Research). Tesis UNS. Tidak Diterbitkan
Kadiawarman, (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Panduan Direktorat Pembina Diklat, Ditjen PMPTK.
Kasbolah, Kasihani. (1991). Penelitian Tindakan Kelas: Guru sebagai Peneliti. Makalah disajikan dalam Lokakarya PTK Bagi Guru SLTP, MTs, SMU, MA dan SMK se-Kodya Malang. Malang: IKIP.
Kasihani, Kasbolah E.S. (2001). “Penelitian Tindakan Kelas Untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP” Makalah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kemmis, K. and McTaggart, R. (2000) ‘Participatory Action Research’, in N. Denzin and Y. Lincoln. (eds.), Handbook of Qualitative Research. London: Sage Publication
Kemmis, S. dan McTaggart, R. (1988).[online] The Action Research Planner. Geelong, Victoria: Deakin University Press. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Madya, S. (2007). Penelitian Tindakan Kelas Bagian I, II, III. Jakarta: Dirjen PMPTK.
Madya, Suwarsih. (1994). Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP.
Marzuki. (1997). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Seminar dan Pelatihan Nasional. Malang: Pasca Sarjana IKIP.
McGinty, M. (2006).Action Research in Education. [online] University of Plymouth. Tersedia di http://www.edu.plymouth.ac.uk/resined/actionresearch/arhome.htm diakses 11 Februari 2015-02-11
McNiff, J. (1991). Action Research: Principles and Practice. [online] Kent: Mackays of Chatan PLC. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
McNiff, J & Jack Whitehead (2006:). All You Need to Know about Action Research:An Introduction. [online] London: Sage Publication. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
McNiff, J. (1992). Action Research: Principles and Practice. London: Routledge.
Muhadjir, N. (1997). Analisis dan Refleksi. Pedoman Penelitian Tindakan Kelas, Bagian Keempat. Yogyakarta. UP3SD BP3GSD-UKMP. SD.
Naughton, G.M. & Hughes, P. (2009). Doing Action Research in Early Childhood Studies: a Step by Step Guide. [online] NY: The Open University Press. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Pedoman Penulisan Tesis Dan Disertasi Program Pascasarjana UNY.2014
Pedoman Tesis dan Disertasi Program Pascasarjana UNY. 2010
Prayitno, Edi. 2002. Penulisan Karya Ilmiah dan Penelitian Tindakan. Modul Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata pelajaran Matematika. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Priyatno, E & Sri Wulandari, D. (2010). Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pembelajaran Matematika di SD. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika 2010.
Rafi¢udin. (1997). Rancangan Penelitian Tindakan. Makalah disajikan dalam Lokakarya Tingkat Lanjut Penelitian Kualitatif. Angkatan ke V tahun 1996/1997. Malang: IKIP.
Raka Joni, T. (Ed). (1995). Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. Jakarta: BP3GSD Ditjend Dikti. Depdikbud.
Rustam dan Mundilarto. (2004). Penelitian Tindakan Kelas. Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Sagor, R. (2000). Guiding School Improvement with Action Research. [online] Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development. Tersedia di http://www.en.bookfi.org
Sebo Bito, G. (2013). Pendidikan Kecakapan Hidup dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di Sekolah Dasar. Makalah. Makalah disampaikan sebagai Orasi Ilmiah pada Acara Yudisium Sarjana FKIP Universitas Flores Ende, 8 Maret 2014
Suhardjono. (2006). Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
Suharsimi, A. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukarnyana, Wayan. (1990). Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas. Makalah disajikan dalam Lokakarya PTK bagi guru SLTP, MTs, SMU, MA dan SMK se-Kodya Malang. Malang: IKIP.
Sukayati. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yogyakarta:Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika
Sulipan, (2007), Penelitian Tindakan Kelas, P4TK BMTI Bandung.
Sumarno. (1997). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Bagian Ketiga. Pemantauan dan Evaluasi. Yogyakarta: IKIP.
Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Beserta Sistematika Proposal dan Laporannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Susilo, H., Chotimah, H & Sari, Y.D.(2011). Penelitian Tindakan Kelas sebagai sarana Pengembangan Keprofesiolan Guru dan Calon Guru. Malang: Bayumedia Publishing.
Sutama dan Main Sufanti. (2010). Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah, Modul PLPG Rayon 41.
Suyanto. (1996). Pedoman PelaksanaanPenelitian Tindakan Kelas (PTK)., Bagian satu. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud Proyek Pendidikan Tenaga Akademik Bagian Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (BP3GSD).
Suyanto. (1997). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Bagian Kesatu: Pengenalan PTK. Yogyakarta: IKIP.
Wiriaatmadja, R. (2009). Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan kinerja guru dan dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yudhistira, D. (2013). Menulis PTK yang APIK. Jakarta: Grasindo.
loading...

Ikuti blog ini melalui email:

0 Response to "Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas"

Post a Comment