Mengenalkan Bangun Ruang di Sekolah Dasar dengan Konteks-Konteks yang Dikenal Siswa

Mengenalkan Bangun Ruang di Sekolah Dasar dengan Konteks-Konteks yang Dikenal Siswa-Bangun ruang merupakan salah satu materi geometri di sekolah dasar. Kita semua hidup dalam suatu ruang. Semua kejadian yang kita saksikan atau kita alami sendiri terjadi dalam ruang itu. Setiap hari kita bergaul dengan benda-benda ruang, seperti almari, TV, kotak snack, kaleng roti, rumah, tangki air, bak mandi, tempat tidur, kursi, mobil, sepeda, dan seterusnya. Maka bekal hidup yang kita berikan kepada anak-anak kita melalui pembelajaran di Sekolah Dasar tidak dapat dianggap lengkap apabila tidak meliputi pemahaman ruang. Dan pemahaman ruang itu dikembangkan melalui pelajaran Geometri Ruang.

Pelajaran geometri di Sekolah Dasar harus berpedoman pada anak, dengan segala sifat-sifat dan kebutuhannya serta memfokuskan pada lingkungan fisik siswa. Perbedaan jiwa anak pada permulaan kelas satu dan pada akhir kelas enam sangat besar. Menurut teori Piaget, siswa kelas I SD berada dekat pada peralihan dari tahap pra-operasional ke tahap operasional kongkrit, sedangkan siswa kelas VI SD dekat pada peralihan dari tahap operasional kongkrit ke tahap operasional formal. Sebagian besar ada pada operasional kongkrit. Jadi di SD kemampuan siswa kelas I berbeda dengan kemampuan siswa kelas II, kemampuan siswa kelas II berbeda dengan kemampuan kelas III, dan seterusnya.

Dengan demikian dalam setiap pembelajaran khususnya pembelajaran geometri ruang, pada setiap saat harus disesuaikan dengan kemampuan siswa pada saat itu, maka pelajaran geometri ruang untuk kelas I harus berbeda sifatnya dengan pelajaran geometri kelas II, dan seterusnya. Maka agar peningkatan daya tanggap keruangan dapat ebih mudah dipahami, kepada siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki, mencoba dan menemukan serta menduga berbagai Bangun ruang seperti bola, tabung, kubus dan lain-lain merupakan konsep-konsep yang abstrak bagi anak-anak.

Guru dapat mengenalkan konsep beberapa bangun ruang dengan menunjukkan contoh konsep berupa benda-benda konkrit yang ada di sekitar siswa dan menyebutkan bentuk benda tersebut.

Misalnya:
a. Bakso, kelereng, buah melon, semangka, benda-benda ini menyerupai bola.
b. Tong sampah, pipa, kue bolu (semprong), drum, bendabenda ini menyerupai tabung.

c. Dadu, bak mandi, kotak kosmetik, puzle warna, bendabenda ini menyerupai kubus.
d. Almari, kotak snack, kotak kapur, kotak TV, benda-benda ini menyerupi balok

 

Untuk memahami konsep bola misalnya anak-anak diminta untuk menyebutkan benda-benda yang merupakan contoh konsep bola dan bukan contoh konsep bola. Dengan cara ini, anak-anak akan dengan mudah membedakan mana benda yang merupakan contoh dari konsep bola dan benda yang bukan merupakan contoh konsep bola.

Sumber: Drs. Agus Suharjana. 2008. Mengenal Bangun Ruang dan Sifat-Sifatnya di Sekolah Dasar.  Yogyakarta: PPPPTK Matematika

0 Response to "Mengenalkan Bangun Ruang di Sekolah Dasar dengan Konteks-Konteks yang Dikenal Siswa"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel