Strategi Pengajaran Pecahan dan Operasinya

Strategi Pengajaran Pecahan dan Operasinya. Pecahan merupakan materi yang kompleks dan sulit, apalagi bagi siswa sekolah dasar. Oleh karenanya dibutuhkan langkah-langkah yang efektif dalam membelajarkan materi pecahan di Sekolah Dasar. Dalam hubungan dengan pembelajaran pecahan yang efektif, Institute of Education Sciences (2010: 11) memberikan rekomendasi untuk pengembangan pengajaran pecahan yang efektif diantaranya :
  1. Membangun pemahaman informal siswa tentang berbagi (share) dan proporsionalitas untuk mengembangkan konsep awal pecahan.
  2. Membantu siswa memahami bahwa pecahan merupakan suatu bilangan dengan menggunakan garis bilangan sebagai alat representasi utama.
  3. Membantu siswa memahami mengapa berbagai prosedur untuk operasi pecahan dapat diterima.
Untuk membangun pemahaman informal siswa, model konkret merupakan salah satu bentuk representasi penting dan sangat diperlukan untuk mendukung pemahaman siswa dalam operasi pecahan (Cramer, Wyberg &Leavitt, 2008: 490). Hal ini memungkinkan anak-anak untuk mengoperasikan pecahan secara informal dan sedikit demi sedikit mengarah pada penggunaan garis bilangan sebagai alat representasi operasi pecahan. Media manipulatif dapat digunakan sebagai alat (tools) untuk membantu siswa mengembangkan bayangan mental (mental imagery) yang kuat. Dengan menggunakan media manipulatif dengan waktu lebih lama akan membantu siswa untuk mengembangkan bayangan mental yang pada saatnya membantu siswa untuk memahami tentang pecahan sebagai suatu ukuran. Pemahaman pecahan sebagai suatu ukuran akan membantu siswa mampu melakukan operasi pecahan dalam cara yang bermakna.

Fazio & Siegler (2010: 12) menyatakan bahwa berbagai studi tentang pengajaran aritmetika pecahan menggunakan representasi visual dari pecahan menunjukkan efek yang positif pada ketrampilan komputasi siswa. Dengan demikian representasi pecahan dapat digunakan untuk mengilustrasikan penyebut yang sama ketika menjumlahkan dan mengurangkan pecahan.

Representasi visual dapat digunakan untuk membantu mengilustrasikan kebutuhan (syarat) akan penyebut yang sama saat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan. Sebagai contoh, seorang guru dapat menunjukkan penjumlahan dengan menggunakan pecahan dari suatu objek (misalnya 1/3 bagian dari persegi panjang dan 1/2 bagian dari persegi panjang).

Dengan menempatkan 1/3 persegi panjang dan 1/2 persegi panjang secara bersama-sama di dalam persegi panjang yang ketiga, guru dapat menunjukkan perkiraan jumlah dua buah pecahan. Guru dapat menunjukkan bahwa 1/3 bagian dari persegi panjang sama dengan 2/6, dan 1/2 sama dengan 3/6, dan gabungannya persis sama dengan 5/6 persegi panjang. Jenis peragaan konkret dapat membantu siswa untuk memahami dan menerima alasan mengapa diperlukan syarat penyebut yang sama saat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan (Fazio & Siegler, 2010: 18)

Selain itu, anak-anak memahami konsep membagi adil (fair sharing). Pada saat umur empat tahun mereka dapat mendistribusikan sekumpulan obyek secara merata (sama banyak) kepada beberapa orang (misalnya, 30 cookies dibagikan kepada 3 orang); dan sejak berumur 5 tahun, anak dapat membagi sebuah obyek kepada beberapa orang; selanjutnya pada umur 6 tahun, anak dapat mencocokan representasi kesetaraan menggunakan gambar geometris yang berbeda atau berbagai bentuk yang ditemukan sehari hari (Fazio& Siegler, 2010: 8).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Strategi Pengajaran Pecahan dan Operasinya"

  1. Saya tertarik dengan judul dan tulisan anda, Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Komputasi Matematika yang bisa anda kunjungi di Informasi Komputasi Matematika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimaksih bang Hamdan nanti sy kunjungi balik.

      Delete

loading...

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...