Pembelajaran Kooperatif Type Student Teams Achievement Division (STAD)

Pembelajaran Kooperatif Type Student Teams Achievement Division (STAD). STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Soekamto, dkk (dalam Trianto, 2007:5) mengemukakan bahwa model pem-belajaran adalah “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar”.Hal tersebut senada dengan apa yang dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru untuk mengajar.Dengan demikian dapat diketahui bahwa model pembelajaran memiliki peran penting dalam menemukan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Arends (dalam Trianto, 2007:5-6) menyatakan “The term teaching modelrefers to apartialar approach to instruction that includes its goals, syntax,environment, and management system.” Istilah model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya,sintaksnya, lingkungannya, dan sistem pengelolaannya.

Dalam praktiknya semua model pembelajaran dapat dikatakan baik jika memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut.Pertama,semakin kecil upaya yang dilakukan guru dan semakin besar aktivitas belajar siswa, maka hal itu semakin baik. Kedua, semakin sedikit waktu yang diperlukan guru untuk mengaktifkan siswa belajar juga semakin baik.Ketiga, sesuai dengan cara belajar siswa yang dilakukan. Keempat,dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru. Kelima, tidak adasatupun metode yang paling sesuai untuk segala tujuan, jenis materi, dan proses belajar yang ada.

Student TeamsAchievement Division (STAD) dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawannya dari Universitas John Hopkins. STAD adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang ditekankan pada adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pengajaran agar mencapai prestasi yang maksimal Isjoni (dalam Istiaricha,2014:25). Jadi STAD merupakan model pembelajaran yang penekanan pembelajaran pada aktivitas siswa dalam kelompok untuk saling bekerjasama dalam memahami menguasai materi pembelajaran.

Pada model pembelajaran STAD siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang jumlah anggota setiap kelompok 4-5 siswa secara heterogen berdasarkan tingkat prestasi akademik dan jenis kelamin. Proses pembelajarannya dimulai dengan guru menyajikan materi pembelajaran, kemudian siswa bekerja dalam kelompok, dan setiap kelompok memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai materi pengajaran tersebut.Selanjutnya, seluruh siswa diberikan tes individual tentang materi yang telah dipelajari, dan pada saat mengerjakan tes individu ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu (Trianto, 2007:52).

Seperti halnya pembelajaran lainnya, pembelajaran kombinasi antara STAD yang berbasis CTL ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Persiapan-persiapan tersebut menurut Trianto(2007:52) yaitu perangkat pembelajaran, membentuk kelompok kooperatif, menentukan skor awal, pengaturan tempat duduk, dan kerja kelompok.

Menentukan anggota kelompok diusahakan kemampuan siswa dalam kelompok heterogen,tingkat prestasi, jenis kelamin, dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen. Apabila memungkinkan kelompok kooperatif perlu memperhatikan ras, jenis kelamin, dan latar belakang sosial.Apabila dalam satu kelas terdiri dari ras dan latar belakang yang relatif samamaka pembentukan kelompok dapat didasarkan pada prestasi akademik.Tujuannya adalah untuk mengurutkan siswa sesuai kemampuan IPS-nya dan digunakan untuk membagi siswa kedalam kelompok.


Skor awal yang dipergunakan pada penelitian ini adalah skor ulangan harian satu dari pembelajaran IPS pada materi pengajaran sebelum penerapan pembelajaran model STAD yang dibasiskan dengan CTL dilakukan. Skor awal ini dijadikan sebagai skor pembanding dengan skor tes yang diperoleh siswa pada setiap pemberian tindakan, untuk menentukan skor perkembangan individu.

Pada proses pembelajarannya, belajar kooperatif tipe STAD menurut Slavin (dalam Istiaricha, 2014:25-26) melalui lima tahapan yang meliputi: 1) tahap penyajian materi, 2) tahap kegiatan kelompok, 3) tahap tes individual, 4) tahap perhitungan skor perkembangan individu, dan 5) tahap pemberian penghargaan kelompok. Kelima tahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

a) Tahap penyajian materi. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan indikator yang harus dicapai dan memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang materi yang yang akan dipelajari. Guru melanjutkan pembelajaran denganmemberikan persepsi dengan tujuan mengingatkan siswa terhadap materi yang akan disajikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswasebelumnya.Mengenai teknik penyajian materi pembelajaran dapat dilakukan secara klasikal.

b) Tahap kerja kelompok. Setiap siswa diberi lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan yang akan dipelajari dalam kelompok. Masing-masing siswa dalam kelompok saling berbagi tugas, saling membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang dibahas. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator dan motivator kegiatan setiap kelompok.

c) Tahap tes individu. Tes individu diberikan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa, yaitu dengan diadakan tes secara individu tentang materi yang telah dibahas. Skor individu ini didata dan diarsipkan, untuk digunakan pada perhitungan skor perkembangan individu dan juga perolehan skor kelompok, pada setiap pembelajaran STAD yang dilakukan.

d) Tahap perhitungan skor perkembangan individu. Perhitungan skor perkembangan individu pada setiap pembelajaran model STAD, dihitung berdasarkan skor awal yang dipeoleh siswa berdasarkan hasil ulangan harian pertama yang diberikan sebelum penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dilakukan. Berdasarkan skor awal setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk memberikan sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya.

Perhitungan skor perkembangan individu dimaksudkan agar siswa terpacu untuk memperoleh prestasi terbaik menurut sesuai dengan kemampuannya. Perhitungan skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan masing-masing perkembangan skor individu dan hasilnya dibagi sesuai banyaknya anggota kelompok.

e. Tahap pemberian penghargaan kelompok (Team Recognition). Pemberian penghargaan diberikan berdasarkan perolehan skor rata-rata kelompok yang dikategorikan menjadi kelompok baik,hebat,dan kelompok super.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pembelajaran Kooperatif Type Student Teams Achievement Division (STAD) "

Post a Comment

loading...

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...