Beberapa Cara Mendidik Siswa Untuk Tidak Berbohong

Beberapa Cara Mendidik Siswa Untuk Tidak Berbohong -  Sebagai seorang pendidik, seringkali kita menemui anak didik kita berbohong. Salah satu contohnya yang sering kita temui adalah ketika anak didik kita datang terlambat ke kelas, copas tugas teman, terlambat mengumpulkan tugas, menyontek saat ujian dan lain sebagainya. Kebiasaan berbohong anak didik tersebut tentu tidak diharapkan. Oleh karenannya, guru harus berupaya agar sikap negatif seperti ini tidak terus menerus melekat pada anak didik.

Banyak hal yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan atau menginkulkasi nilai-nilai kejujuran pada siswa. Beberapa hal yang dilakukan misalnya, guru menjadi contoh (role model), selalu mengingatkan anak-anak untuk tidak berbohong di setiap kesempatan pembelajaran, memberikan ganjaran yang mendidik bagi anak yang sering berbohong dan pujian kepada anak yang berlaku jujur, tidak memberikan julukan “pembohong” kepada anak yang suka berbohong, tidak memaksakan siswa untuk jujur ketika anak berbohong, menghindarkan anak-anak dari lingkungan-lingkungan yang ada indikasi “virus’ berbohong.

1. Guru menjadi contoh untuk selalu berlaku jujur (Guru role model)

Ada peribahasa yang mengatakan: “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” dan saya tambahkan kalau “guru kencing berlari, murid mau jadi apalagi”. Apa yang akan terjadi jika seorang yang akan mengajarkan anak untuk jujur justru sering berbohong. Agar sikap jujur siswa dapat dikembangkan maka tentu saja guru harus berlaku jujur. Siswa akan selalu menjadikan guru untuk dijadikan teladan. Oleh karenanya teladan yang diberikan haruslah hal-hal yang baik sehingga siswa mendapatkan contoh yang baik.

2. Selalu mengingatkan untuk senantiasa jujur pada setiap kesempatan belajar.

Berdasarkan Permendiknas 2016 tentang Standar isi, setiap guru harus mengembangkan kompetensi sikap selain mengajarkan materi yang mengembangkan aspek pengetahuan serta aspek ketrampilan. Oleh karenannya guru tidak hanya mengedepankan kognisi siswa tetapi juga spek afeksi. Guru dapat mengembangkan sikap jujur pada siswa dan memantau perkembangan sikap jujur menggunakan instrumen observasi aspek sikap jujur. Beberapa hal yang dapat memupuk sikap jujur misalnya: tidak menyontek, tidak menyalin tugas orang lain dan mengakui sebagai tugas yang dikerjakan sendiri, dan lain-lain. Guru juga dapat memberikan contoh-contoh nyata bagaimana akibat seseorang yang berlaku tidak jujur, sehingga siswa menyadari bahwa kejujuran sangat penting dan harus dijunjung tinggi sejak dini.




3. Memberi pujian kepada siswa yang jujur atau tidak berbohong dan hukuman yang mendidik pada yang siswa berbohong.

Seringkali guru akan memarahi siswa jika siswa mengakui kesalahan. Tentu saja hal ini menyebabkan siswa akan terus berbohong ketika telah membuat suatu kesalahan atau kekeliruan. Seharusnya yang dilakukan guru adalah memberikan pujian kepada siswa ketika mengakui kesalahan namun memberikan nasihat untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.

4. Tidak memberikan julukan kepada seorang yang pernah berbohong

Kadang-kadang guru selalu mengeluarkan kalimat yang memberikan “cap pembohong” pada anak. Anak yang dicap pembohong, akan terus berbohong, toh kalau anak tersebut jujur tetap dicap demikian. Label “pembohong” akan terus melekat pada anak yang tidak jujur, sehingga sulit bagi anak untuk berubah di masa depan.

5. Tidak memaksakan siswa untuk jujur ketika siswa berbohong

Kadang-kadang guru seperti polisi melakukan interogasi dengan memberi tekanan atau ancaman agar seorang anak jujur bahkan ketika sesuatu yang bukan dilakukannya.Guru yang dekat dengan siswa akan menjadi tempat bercerita apapun yang dialami anak. Anak akan menceritakan apa saja, termasuk hal negatif yang telah dilakukannya.

6. Memperbaiki Lingkungan yang melegalkan hal-hal berhubungan dengan berbohong.

Banyak faktor yang memupuk sikap tidak jujur pada siswa, salah satunya faktor lingkungan. Karakter siswa biasanya turut dipengaruhi oleh lingkungan tempat anak berinteraksi. Guru yang tidak peduli dan selalu membiarkan siswa siswinya menyontek maka siswa akan menganggap menyontek adalah hal yang biasa dan ini akan menyebabkan perilaku menyontek terbawa sampai pada tingkat sekolah yang lebih tinggi. Sekolah hendaknya menjadi tempat yang hanya melegalkan hal-hal positif.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Beberapa Cara Mendidik Siswa Untuk Tidak Berbohong"

Post a Comment

loading...

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...