Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar

Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar - Perkembangan teknologi dan modernitas telah membawa perubahan pada hampir semua bidang kehidupan masyarakat. Akibatnya, masyarakat cenderung medewakan budaya luar sehingga praktik-oraktik baik kebudayaan sendiri luntur tergerus oleh budaya asing. Hal ini juga berlaku pada dunia pendidikan. Pedagogi tidak lagi digali dari kebudayaan sendiri dan konten pembelajaran tidak diajarkan secara kontekstual sesuai latar belakang budaya dimana peserta didik hidup.

Kearifan Lokal

Definisi Kearifan Lokal


Jika merujuk pada Wikipedia, Kearifan lokal pada intinya  merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri, biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut. Kearifan lokal yang dimaksud ditemukan dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu, dan permainan rakyat. Kearifan merupakan semacam pengetahuan yang ada pada masyarakat lokal tertentu yang timbul melalui serangkaian pengalaman.

Secara etimologis, kearifan lokal terdiri dari dua kata yakni kearifan (wisdom) yang berarti kebijaksanaan dan lokal (local) yang berarti daerah setempat. Jadi secara umum  kearifan lokal dapat dipahami sebagai  gagasan-gagasan, nilai-nilai atau pandangan dari suatu tempat yang memiliki sifat bijaksana


Contoh kearifan lokal indonesia

Adapun contoh kearifan lokal yang diantaranya yaitu:
  1. Hutan larangan adat “desa rumbio kec. kampar prov. Riau”Kearifan lokal ini dibuat dengan tujuan untuk agar masyarkat sekitar bersama-sama melestarikan hutan disana, dimana ada peraturan untuk tidak boleh menebang pohon dihutan tersebut dan akan dikenakan denda seperti beras 100 kg atau berupa uang sebesar Rp 6.000.000,- jika melanggar.
  2. Awig-Awig (Lombok Barat dan Bali) merupakan aturan adat yang menjadi pedoman untuk bertindak dan bersikap terutama dalam hal berinteraksi dan mengolah sumber daya alam dan lingkungan didaerah Lombok Barat dan Bali.
  3. Cingcowong (Sunda/Jawa Barat) merupakan upacara untuk meminta hujan tradisi Cingcowong ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat Luragung guna untuk melestarikan budaya serta menunjukan bagaimana suatu permintaan kepada yang Maha Kuasa apabila tanpa adanya patuh terhadap perintahnya.
  4. Bebie (Muara Enim-Sumatera Selatan) merupakan tradisi menanam dan memanen padi secara bersama-sama dengan tujuan agar pemanenan padi cepat selesai dan setelah panen selesai akan diadakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang sukses.
  5. Permainan  di Kabupaten Ngada NTT misalnya moria (patil lele, benthik di Jawa), gasing (wela maka), dhao bure, dan lain-lain merupakan permainan anak-anak dan orang dewasa yang bisa digunakan dalam pembeljaran matematika.
  6. dan masih banyak contoh kearifan lokal yang lain.
Pembelajarn berbasis kearifan lokal


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel