Ternyata Inilah Penyebab Banyak Dosen Gagal Lulus Sertifikasi Dosen

Ternyata Inilah Penyebab Banyak Dosen Gagal Lulus Sertifikasi Dosen. Mendapatkan tunjangan profesi dosen adalah dambaan utama para dosen terutama dosen PTS di Indonesia. Namun untuk lulus sertifikasi dosen, sebagai syarat mendapatkan tunjangan profesi memang cukup sulit. Hal ini bisa dibuktikan dengan fakta dimana banyak dosen yang tidak lulus serdos yang disebabkan oleh banyak hal. Saya mengidentifikasi beberapa penyebab kegagalan seseorang untuk lulus sertifikasi dosen berdasarkan keluhan yang saya dengar dari teman-teman yang tidak lulus.

Masalah Administrasi


Masalah administrasi memang jarang terjadi, namun tidak sedikit peserta yang belum diajukan oleh PTU. Nah untuk kasus seperti ini, satu-satunya cara adalah menanyakan langsung kepada Kopertis masing-masing. Karena untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), PTU yang dimaksud adalah kopertis masing-masing. Masalah lainnya, kadang-kadang ketika telah mengisi istrumen di portal serdos, banyak dosen yang gelarnya masih S1 dan kadang-kadang statusnya belum lulus S2, padahal yang bersangkutan telah lama lulus. Oleh karenannya seperti apa yang telah saya tulis sebelumnya pada artikel "Tips Memperoleh Sertifikasi Dosen" para dosen yang baru saja menyelesaikan studi seyogyanya langsung memeriksa kevalidatan datanya pada portal PDPT dikti dan status pada perguruan tinggi dimana dosen tersebut melanjutkan studi. Selain itu, masalah lain yang sering terjadi adalah perbedaan bidang ilmu yang tertera pada jabatan akademik dan pada usulan dari PTU.

Masalah Deskripsi Diri


Banyaknya dosen yang tersandung pada deskripsi diri (DD). Masalah utamanya adalah, banyak dosen yang mengisi esey DD tidak sesuai atau relevan dengan pertanyaan yang diberikan. Banyak dosen yang curang ketika mengisi narasi DD dengan mengambil persis 100% DD dosen yang telah lulus pada periode sebelumnya. Banyak sekali ditemukan kemiripan isian narasi deskripsi diri dengan isian narasi deskripsi diri dosen lain yang telah lulus. Berdasarkan hasil analisis software dan dibaca kemiripannya, banyak butir yang memiliki kemiripan lebih dari 90% bahkan 100% sama. Banyak juga dosen yang masih malas menyiapkan deskripsi diri dengan baik, terbukti dari ditemukan banyaknya dosen mengisi semua atau beberapa nomor isian dengan isian yang sama.

Untuk dosen yang akan mengikuti serdos periode 2016 tahap III, perlu membaca kutipan yang ada dalam portal sertifikasi dosen sebagai berikut:

(1)Kejujuran merupakan kemuliaan sementara kebohongan adalah kehinaan.

(2)Orang yang jujur terlindungi lagi dicintai, sementara orang yang berbohong terhina lagi direndahkan.(3) Kebohongan menyelamatkanmu sementara tetapi menghancurkanmu selamanya.



Masalah Nilai Gabungan

Nilai gabungan merupakan salah satu syarat kelulusan. Jika nilai gabungan tidak mencukupi, maka dipastikan dosen tersebut tidak akan lulus sertifikasi dosen. Banyak dosen yang mendeskripsikan DD dengan sangat baik namun tersandung pada nilai TOEP dan TKDA, jenajang pangkat/golongan, nilai Jabaran akademik (masih asisten ahli, saat ini nilai toep/tkda terbantu atau bisa digantikan dengan sertifikat AA/PEKERTI jika jabatan dosen tersebut adalah Lektor).

Masalah Publikasi Ilmiah


Banyak dosen yang tidak melakukan penelitian. Hal inilah yang menyebabkan kekurangan nilai pada esey tentang penelitian dan publikasi ilmiah. Kurangnya penelitian juga menyebabkan jawaban terkait inovasi dalam perkuliahan terlihat apa adanya. Kalaupun ada publikasi ilmiah, publikasi karya ilmiah dosen hanya 1 buah itupun hanya pada jurnal internal PT dimana dosen bekerja dan tidak dapat ditelusuri. Penelitian sangat kurang dan bidang keilmuan belum signifikan tercerminkan sebagai keahlian spesifik yang dimiliki seorang dosen. Kurangnya dosen mengadakan penelitian menyebabkan ketidakseimbangan antara bidang penelitian dan pengajaran + manajerial dan pengabdian masyarakat.



Tidak Hadir Sosialisasi di Kopertis


Salah satu point untuk lulus adalah hadir pada saat sosialisasi atau workshop penggunaan laman web serdos.dikti.go.id dan mengisi paraf atau tanda tangan.


Masalah TOEP dan TPA



Toep dan TKDA menyumbang nilai pada nilai gabungan. Skor toep dan tkda yang rendah menyebabkan banyak dosen yang divonis tidak lulus dikarenakan nilai gabungan tidak mencapai yang dipersyaratkan. Peserta calon serdos harus mengikuti tes sebagai salah satu persyaratan wajibnya. Jadi, jika peserta dapat menghitung cukup tidaknya nilai gabungan ketika telah mengikuti tes toep dan tkda. Jika nilai gabungan tidak mencukupi, sebaiknya mengurungkan niat untuk mengisi instrumen serdos sehingga dapat memperbaiki nilai toep dan tpa untuk mengikuti serdos pada periode atau tahap berikutnya.

Literasi TeknologiInformasi dan Komunikasi (ICT)


Banyak dosen yang bingung ketika melihat portal serdos, bahkan ada yang takut untuk sekedar mengklik halaman portal serdos. Karena kebingungan ini, banyak dosen yang tidak mengisi instrumen yang menyebabkan dosen tersebut dikategorikan sebagai dosen yang belum mengikuti serdos pada tahap tersebut.


Itulah penyebab mengapa banyak dosen gagal lulus sertifikasi dosen. Untuk teman-teman dosen yang belum disertifikasi, masih ada kutipan yang terpampang jelas pada portal sertifikasi dosen.

We will never know, before we do so. Remember one thing, the work we do will be worth it
Do not give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily.
If we are afraid of failure, it means we have limited our ability.
Semoga kutipan di atas dapat memotivasi teman-teman untuk dapat lulus di periode berikutnya.
loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ternyata Inilah Penyebab Banyak Dosen Gagal Lulus Sertifikasi Dosen"

Post a Comment

loading...

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel