Beberapa Ahli Matematika Islam

Beberapa Ahli Matematika Islam - Matematika muncul karena kebutuhan manusia dan matematika juga muncul seiring dengan peradaban manusia. Di masa lampau, banyak ahli matematika dan temuannya yang bermanfaat bagi penyelesaian masalah yang mereka hadapi dan juga memberikan sumbangan pada perkembangan matematika selanjutnya.

Pada perkembangan matematika modern juga banyak bermunculan ahli matematika bidang asuransi, keuangan, ekonomi dan bidang-bidang lain yang bersentuhan dengan matematika misalnya kedokteran, astronomi, optik, tekhnologi mesin, pertanian, teknik sipil dan lain-lain.

Mempelajari sejarah matematika termasuk para ahli penemu matematika memungkinkan orang untuk menghargai matematika dan ahli matematika yang menemukan matematika. Hal ini akan berdampak pada sikap positif pada matematika. Sebagai contoh, jika siswa di sekolah memiliki cita cita berkecimpung di asuransi maka dengan mengenalkan ahli matematika bidang asuransi mereka dapat belajar bagaimana tahap tahap konsep matematika ansuransi ditemukan dan belajar matematika asuransi dengan cara seolah-olah mereka adalah ahli yang sedang berusaha menemukan hal-hal mengagumkan dalam bidang asuransi.

Pada postingan kali ini, akan dibahas tentang Beberapa ahli matematika yang beragama Islam. Mereka memiliki karya yang sangat berarti bagi perkembangan matematika dan mereka tentulah merupakan ahli matematika yang sangat terkenal di zamannya namun seiring perkembangan matematika, mereka sering dilupakan.

1. Al Khwarizmi


Al Khwarizmi adalah ahli matematika muslim yang berjasa dalam bidang aljabar. Al Khwarizmi merupakan ahli aljabar. Nama aslinya adalah Muhammad ibn Musa al Khwarizmi. Ia berasal dari Khwarizm (Khiva). Banyak orang beranggapan bahwa Aljabar berasal dari dunia barat padahal Aljabar itu berasal dari karya  Al Khwarizmi yang bernama Hisab al jabir wal mukabalah (yang berarti pengutuhan kembali dan perbandingan atau yang kerennya dalam istilah sekarang Kalkulasi integral & persamaan).

2. Abu Wafa al Bawzajani (w. 998 M)


Salah seorang ahli matematika muslim terbesar.. Ia dikenal sebagai ahli astronomi dan pengembang trigonometri (ilmu ukur sudut), dan orang yang pertama yang mengajukan beberapa rumus penting dalam trigonometri. Salah satu rumus yang didedikasikan kepadanya adalah Cos C= Cos a.cos b.

3. Abu Kamil Syuja (abad 10 M)


Salah seorang ahli matematika muslim terbesar diabad pertengahan. Tidak banyak ang diketahui tentang kehidupannya, tetapi ia hidup setelah era Al Khwarizmi.
Melalui Leonard dari Pisa dan pengikut-pengikutnya, ia telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan aljabar dan geometri di Eropa.

4. Al Jauhary (abad 9 M)


Seorang ahli matematika pada abad ke-9 M, seorang ahli geometer ang bekerja di Bayt al Hikmah (House of Wisdom), suatu lembaga ilmu pengetahuan yang dibangun Khalifah Al Ma’mun dari dinasti Abbasiyah di baghdad.

5. Al Khuyandi ( w. 390 H/ 1000 M)


Seorang ahli astronomi dan matematika, terutama geometri. Ia dikenal sebagai ahli kontruksi asturlab. Ia juga termasuk penemu handal sinus yang diistilahkan kaidah astronomis. Dalam bidang geometri perhatiannya mengarah pada resolusi atau penggunaan persamaan berpangkat tiga. Albiruni saintis besar muslim menyanjung Al Khuyandi sebagai cendekiawan ahwaz Zamanihi (tiada bandinganya dizamannya). Sedang Al Thusi menegaskan bahwa Abu Wahfa, Ibn Irak dan al Khuyandi merupakan 3 penulis besar ang memiliki peran besar dalam penemuan kaidah sinus atau kaidah astronomis.

Teori matematika Al Khuyandi mengilhami teori Fermat(Fermat’s last theorm) yang dilontarkan Piere de Fermat pakar matematika asal perancis 600 tahun kemudian (w. 1665 M), suatu teori yang berupa teka-teki matematika yang pernah dilombakan dengan hadiah ratusan juta bagi yang sanggup membuktikannya.

6. Khusiyar Ibn Laban (awal abad 11 M)


Seorang ahli matematika dan astronomi asal Persia, mahaguru kalkulus dan pengilham revolusi komputansi. karya andalannya diabadikan dalam 2 jiz, yaitu Jiz al Jami’ dan Jiz al Baligh, dan ang lainnya berjudul Usul Hisab al Hind, sebuah risalah mengenai aritmetika.
Kitab ushul Hisab al Hind, merupakan karya unggulannya ang memuat deskripsi pertama tentang perhitungan model India (Indian System of Calculation) , yaitu sistem numerasi berdasarkan posisi, yang artinya bahwa nilai atau harga angka-angkanya tergantung pada tempat atau posisinya dalam suatu bilangan. Sistem inilah yang kemudian mengilhami revolusi dalam hal cara atau metode komputasi yang digunakan dikawasan timur.

7. Almajriti (w. 1007 M)

Almajriti merupakan Ahli Matematika Islam asal Andalusia yang paling menonjol dizamannya, yang banyak memperkenalkan pengkajian sains, terutama kimia dan matematika. Almajriti banyak menulis tentang aritmetika dagang dengan menerapkan komputasi, geometri dan aljabar pada masalah-masalah penjualan, hitung dagang dan perpajakan. 

8. Al Karaji (w.410 H/1019 M)

Al Karaji  merupakan Ahli Matematika Islam asal Persia.  Al Karaji menulis tentang teori pencabutan akar atau kalkulus mental. Karya karya Al Karaji banyak sekali tentang sains, diantaranya berjudul Al Badi’ fi al Hisab, dalam buku ini Al Karaji menulis secara rinci untuk pertama kalinya teori pencabutan akar kuadrat dari sebuah polinomial dengan suatu bilangan yang tidak diketahui.
Sedang dalam bukunya yang berjudul Al Kafi’ fi al hisab banyak membicarakan proses-proses kalkulus mental ang disebutnya Al Hawa’i.

9. Abu Nasr Mansur (w.1039 M)


Seorang ahli matematika asal persia ang diakini sebagai salah seorang penemu hukum sinus. Ia merupakan murid adri Abu Wafa’ dan guru dari ilmuwan besar, Al Biruni.
Albiruni menyebut Abu Nash mansur sebagai penemu beberapa bukti matematika.

10. Al Khazin (abad 4 H/10 M)


Seorang ahli matematika dan astronom asal Khurasan yang hidup pada abad ke 4 H/ 10 M. Ia banyak menulis matematika dan astronomi. Ia adalah orang yang menawarkan konsep ang berbeda dengan Ptolomeus tentang peredaran matahari dan bumi. Ia mengkritik ptolomeus yang dinilainya gagal mengamati beberapa perubahan diameter matahari yang tampak sepanjang tahun (on the course of the years)

11. Aljayani (abad 11 M)


Seorang penulis dan ahli matematika asal Andalusia (Spanyol Islam). Ia menulis komentar penting terhadap buku Element karya Euclid dan ia juga menulis karyanya dalam trigonometri speric (sperical trigonometry).

12. Al Halili (abad 8 H/ 14 M)


Seorang pakar matematika dan astronomi. Ia banyak menghasilkan karya matematika dan astronomi ang berbobot tinggi. Ia berasal dari damaskus yang hidup pada abad ke 14 Masehi. Ia menjadi masyhur karena kemampuannya dalam menentukan arah kiblat dengan menyajikan garis-garis bujur dan garis-garis lintangnya dengan bantuan perhitungan rumit matematika. Tabel-tabel kiblatnya merupakan tabel trigonometrik canggih pertama. Ia berhasil mengkonfilasi sebuah tabel kiblat yang distandarkan pada sebuah rumusan canggih dan akurat. Hal ini menggambarkan kompetensi dan ketinggian otorotas kecendikiawannya dalam aljabar fungsi dan tekhnik-tekhnik komputansi.

13. Al Kalasadi (abad 9 H/ 15 M)


Seorang pakar fiqih (hukum) dan juga pakar matematika yang inovatif asal Andalusia (Spanyol Islam), pencipta notasi pecahan modern. Komentarnya terhadap Takhlis Ibn Al Banna memuat suatu rumusantingkat tinggi untuk memperoleh akar kwadrat dengan kecermatan dan ketepatan yang nyaris sempurna. Dalam notasi pecahan, dialah orang pertama yang menggunakan simbol-simbol seperti yang digunakan kini secara luas.

14. Al Qushyi (abad 15 M)

Seorang saintis, ahli astronomi dan matematika. Ia lahir di Samarkand dan meninggal di Istambul. Ia menggantikan Qadi Zade ‘ Rumi sebagai direktur observatorium Samarkan yang didirikan oleh Ulugh Beg. Ia juga kemudian menjadi profesor dibidang sains di perguruan Aya shofia

15. Al Battani (sekitar 850 – 923)


Seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani lahir di Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri.

Sumber: https://math.uin-suska.ac.id/tokoh-ilmuwan-matematika-dalam-peradaban-islam/

Artikel Terkait

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel