Apa Itu Penelitian Tindakan Kelas

Banyak ahli yang mendefinisikan PTK dengan cara yang berbeda, namun pada intinya sama yaitu selalu merujuk pada penelitian tindakan secara umum. Menurut Stanford (1970) seperti yang dikutip oleh Taniredja, dkk (2012:h.16), penelitian tindakan merupakan suatu kegiatan siklustis yang bersifat menyeluruh, yang terdiri dari analisis, penemuan fakta, konseptualisasi, perencanaan, pelaksanaan, dan penemuan fakta tambahan dan evaluasi. Pendapat senada dikemukakan Carr dan Kemmis (McNiff, 1991:p.2) bahwa:
“action research is a form of self-reflective enquiry undertaken by participans (teachers, students or principals, for example) in social (including educational) situation in order to improve the rationality and justice of (1) their own social or educational practices, (2) their understanding of these practices, and (3) the situations (and institutions) in which the practices are carried out”.
Dari kutipan di atas mengandung arti bahwa penelitian tindakan (kelas) sebagai suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (seperti guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (1) praktik-praktik pendidikan yang dilakukan sendiri, (2) pemahaman mereka mengenai praktik-praktik ini, dan (3) situasi-situasi pelaksanaan praktik-praktik pembelajaran.


 PTK merupakan suatu pendekatan dan inovasi untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan cara, mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan yang tidak kalah pentingnya adalah guru mau untuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, tetapi bermakna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional.

Jean McNiff & Jack Whitehead (2006:p.1) mendefinisikan penelitian tindakan adalah:”... a form of enquiry that enables practitioners everywhere to investigate and evaluate their work (penelitian tindakan merupakan bentuk penelitian yang memungkinkan para praktisi dimana saja untuk menginvestigasi dan mengevaluasi apa yang telah mereka kerjakan). Dalam konteks pembelajaran, penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan yang memungkinkan guru untuk merefleksi dan mengevaluasi praktik pembelajaran yang telah mereka lakukan. Dalam proses refleksi, para guru dapat mempertanyakan: apa yang telah dilakukan (what am I doing?), Apa yang perlu diperbaiki ? (what do I need to improve?) dan, bagaimana cara memperbaikinya ? (how do I improve it?).

Definisi PTK yang dinyatakan oleh Jean McNiff & Jack Whitehead di atas mengisyaratkan bahwa yang melakukan PTK adalah guru sendiri dan bukan orang lain. Guru merefleksi diri, merencanakan dan menyelesaikan masalah sendiri (melakukan tindakan) dalam kelasnya. Bahwa ada keterlibatan orang lain dari luar dalam proses penelitian ini hanya membantu dan bukan aktor utama untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru di kelasnya. Dalam melakukan tindakan, para guru yang memiliki permasalahan yang sama dapat berkolaborasi untuk melakukan tindakan memperbaiki permasalahan yang mereka hadapi bersama, seperti yang dinyatakan oleh Sagor (2000:p.3):” Educational action research can be engaged in by a single teacher, by a group of colleagues who share an interest in a common problem, or by the entire faculty of a school.

Stringer (1996:p.9) menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah: “diciplined inquiry (research) which seeks focused efforts to improve the quality of people’s organizational, community and family live. Selanjutnya Sagor (2000:p.3) mendefinisikan secara ringkas bahwa penelitian tindakan adalah:’... is a disciplined process of inquiry conducted by and for those taking the action. The primary reason for engaging in action research is to assist the “actor” in improving and/or refining his or her actions”. Kata kunci dari pendapat Stringer dan Sagor ini adalah improve/refining the quality (peningkatan kualitas). Peningkatan kualitas dalam bidang pendidikan juga merupakan tujuan dari inovasi pendidikan. Dalam konteks kelas, pendapat Stringer ini dapat diartikan sebagai penelitian yang memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas dengan melakukan inovasi pembelajaran di kelas.

Dalam buku pedoman penulisan tesis dan disertasi UNY (2010:h.27) disebutkan bahwa:” penelitian tindakan kelas adalah penelitian khusus dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. ..... rumusan masalah dijawab dengan bukti-bukti, proses dan hasil tindakan yang dilakukan”. Selanjutnya dalam Pedoman Penulisan Tesis Dan Disertasi UNY (2014:h.25) dinyatakan bahwa:
“penelitian tindakan kelas bukan penelitian eksperimen, bukan penelitian eksperimen semu, dan juga bukan penelitian pengembangan. Penelitian tindakan kelas seharusnya berlangsung siklus lebih dari satu; satu siklus terdiri atas perencanaan (plan), tindakan (action), observasi (observation) dan refleksi (reflection). Jumlah siklus pada setiap penelitian tidak boleh ditentukan sebelum action dilakukan; yang boleh ditentukan adalah kriteria keberhasilan penelitian”.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, memperjelas bahwa PTK menuntut guru agar bersedia untuk melakukan introspeksi, bercermin, merefleksi atau mengevalusi diri sendiri sehingga seorang guru diharapkan menjadi lebih professional. Diharapkan pula dari peningkatan kemampuan diri tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kemampuan anak didik, baik dalam aspek penalaran; keterampilan, pengetahuan, hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi anak didik untuk menjadi dewasa.

Pelaksanaan PTK mengandung arti bahwa guru juga berkedudukan sebagai peneliti, yang senantiasa bersedia meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya. Upaya peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan secara sistematis, realistis, dan rasional, yang disertai dengan meneliti semua aktivitasnya di kelas, sehingga akan mengetahui secara persis kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar. Apabila di dalam pelaksanaan aktivitas mengajarnya masih terdapat kekurangan, maka guru harus bersedia mengadakan perbaikan-perbaikan.

Berdasarkan uraian di atas selanjutnya dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis yang dimulai dari proses refleksi berbagai tindakan yang telah dilakukan oleh guru, selanjutnya menyusun rencana perbaikan pembelajaran untuk dilakukan tindakan nyata guna memperbaiki berbagai praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Sementara itu, tujuan diselenggarakan PTK di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran oleh guru (yang sekaligus peneliti) itu sendiri. Dampak dari PTK diharapkan dapat mengeliminir berbagai permasalahan yang muncul di dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya :
Latar Belakang Adanya Penelitian Tindakan Kelas

Untuk menambah perbendaharaan literatur silahkan mendownload salah satu literatur di bawah ini.

Download Buku Penelitian Tindakan Kelas

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Apa Itu Penelitian Tindakan Kelas"

Post a Comment

loading...

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...