Mengapa Perlu Mempelajari Teori Belajar yang penting dalam Pembelajaran Matematika

Mengapa Perlu Mempelajari Teori Belajar yang penting dalam Pembelajaran Matematika -Untuk menjadi guru, diperlukan pemahaman yang mendalam terkait bagaimana hakikat anak terutama bagaimana anak belajar.
Pemahaman akan hakikat anak didik sangat diperlukan guna memilih berbagai pendekatan, model, metode pembelajaran matematika yang sesuai dengan anak didik.
Pandangan orang tentang belajar terutama pemahaman tentang individu telah berkembang dari masa ke masa. Salah satu ilmu penting dijadikan dasar pengelolaan proses pembelajaran matematika yang mendidik adalah teori belajar yang telah dikembangkan oleh para ahli psikologi dan ilmu pendidikan. Para ahli Psikologi menghasikan teori belajar hanya untuk menyelesaikan masalah pada masa dimana ia hidup. Namun urgensi teori dapat dipakai untuk permasalahan yang cocok di masa-masa yang lain. Beberapa teori belajar dapat saling melengkapi untuk suatu masalah, maupun masing-masing dapat menyelesaikan masalah pembelajaran yang berbeda

Teori belajar ialah teori yang bercerita tentang kesiapan siswa untuk belajar sesuatu. Atau uraian tentang kesiapdidikan siswa untuk menerima sesuatu (Ruseffendi, 1990 : 15). Dengan pernyataan lain,
teori belajar itu berisi tentang apa yang terjadi dan apa yang diharapkan terjadi pada mental anak yang dapat dilakukan pada usia (tahap perkembangan mental) tertentu. Kesiapdidikan yang dimaksudkan adalah kesiapan anak untuk bisa dapat belajar.
Teori belajar yang banyak mempengaruhi pemikiran tentang proses pembelajaran dan pendidikan adalah teori belajar Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, dan Humanisme. Masing-masing teori belajar tersebut memiliki sudut pandang yang khas dalam menjelaskan pengertian dan hakikat belajar dan pembelajaran, akan tetapi semuanya saling melengkapi dan memiliki dampak pedagogis yang relatif sama.

Oleh karena proses belajar merupakan kegiatan yang melibatkan keseluruhan potensi psikis dan phisik peserta didik, maka pembelajaran yang mendidik harus berpusat pada peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing. Keaktifan peserta didik harus diutamakan dalam proses pembelajaran. Peserta didik perlu didorong untuk memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat, karena pada prinsipnya peserta didik mempunyai seperangkat kemampuan dan beragam potensi walaupun tingkatnya berbeda-beda.

Oleh karenanya, setiap anak didik memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda beda dalam upayanya belajar matematika. Guru perlu memastikan bahwa walaupun sedemikian beragamnnya peserta didik, semua anak didik tidak boleh ada yang tertinggal dalam pembelajaran matematika.

Banyak teori belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Sebagian dari ahli teori belajar atau ahli psikologi dikenal sebagai ahli psikologi tingkah laku (behaviorist) seperti Burrhus F. Skinner, Thorndike, dan Robert M. Gagne. Ada juga teori oleh para ahli psikologi kognitif (cognitive science) seperti Jean Piaget; Zoltan P. Dienes; Richard R. Skemp; David P. Ausubel; Jerome Bruner; maupun Lev. S. Vygotsky. Setiap teori belajar memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri sendiri. Kadang-kadang beberapa teori belajar dapat digunakan dalam pembelajaran secara bersamaan atau saling melengkapi. Bertolak dari hal tersebut di atas, para guru yang akan membelajarkan matematika dapat menggunakan dengan tepat keunggulan setiap teori tersebut sesuai dengan keadaan atau kekinian dari anak didiknya.

Untuk melengkapi materi terkait pembelajaran matematika di SD kunjungi juga tulisan-tulisan berikut:

Disain Pembelajaran Matematika I
  1. Pembelajaran Bentuk Bentuk Kurva di Sekolah Dasar
  2. Pembelajaran Fakta Dasar Perkalian Menggunakan Permainan Lacak Bilangan dan Melengkapi Tabel Perkalian
  3. Pengenalan Awal Bilangan Cacah di Kelas Rendah Sekolah Dasar
  4. Pengenalan Konsep dan Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah di Sekolah Dasar
  5. Pengenalan Procept Operasi Pengurangan Bilangan Cacah di Sekolah Dasar
  6. Pentingnya Permainan Dalam Pembentukan Konsep Matematika
  7. Tugas Mandiri Mata Kuliah Desain Pembelajaran Matematika 1 Semester Ganjil 2017/2018
Disain Pembelajaran Matematika II
  1. Bangun Ruang di Sekolah Dasar: Pembelajaran Volume Kubus di Sekolah Dasar
  2. Beberapa Aktivitas Pembelajaran Simetri Lipat dan Simetri Putar di Sekolah Dasar
  3. Download Materi Kuliah Bangun Ruang
  4. Eksplorasi Konteks Dapur untuk Pembelajaran Keliling Lingkaran
  5. Konsep Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan
  6. Konversi Satuan Ukuran Berat, Panjang, Luas dan Isi
  7. Mengenal Tahap-Tahap Perkembangan Pemahaman Anak Usia Sekolah Dasar dalam Belajar Geometri
  8. Pembelajaran Bentuk Bentuk Kurva di Sekolah Dasar
  9. Pembelajaran Fakta Dasar Perkalian Menggunakan Permainan Lacak Bilangan dan Melengkapi Tabel Perkalian
  10. Pentingnya Permainan Dalam Pembentukan Konsep Matematika
  11. Teorema konstruksi, teorema notasi, teorema pengontrasan dan keanekeragaman, dan teorema pengaitan
  12. Tugas 2 Desain Pembelajaran Matematika 2
  13. Tugas III Mata Kuliah Desain Pembelajaran Matematika II
 Selamat membaca dan semoga bermanfaat bagi perkembangan kualitas pembelajaran matematika.

Artikel Terkait

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel